Pengantar Literasi Teknologi

 

Isu Literasi Teknologi


Literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer (Paul Gilster 1997). Secara singkatnya literasi digital merupakan kemampuan untuk menggunakan teknologi (seperti komputer, smartphone, internet) untuk menemukan dan memilah informasi. Di dalam hal ini, semua orang tidak memiliki kemampuan yang sama dalam memilah informasi ketika menggunakan teknologi. Jawaban dibawah adalah upaya untuk menganalisis masalah-masalah tersebut.

Isu-Isu

1.    Misinformasi (hoax)

Isu ini merupakan hal yang sangat umum dan serius yang terjadi di media sosial saat ini, dulu, dan mungkin tidak akan bisa dihilangkan sepenuhnya dimasa depan. Mengapa? Salah satu faktor utama yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah kurangnya kemampuan seseorang dalam memilah informasi benar dan salah, dan juga betapa mudahnya informasi disebarluarkan. Media sosial seperti Facebook atau Whatsapp menjadi tempat yang sering digunakan untuk menyebarkan disinformasi karena kurangnya moderasi dan pengguna yang spesifik seperti orang tua atau anak kecil yang belum bisa menggunakan teknologi dengan baik.

Selain kurangnya kemampuan seseorang untuk memilah informasi, orang-orang yang sudah terbiasa menggunakan internet dan mengetahui informasi palsu juga bisa terkena Hoax. Monopoli informasi terjadi ketika hanya ada satu sisi yang memberikan informasi tanpa ada pihak kedua untuk memastikan kebenarannya. Contohnya informasi di satu media sosial mungkin berbeda dengan media sosial lainnya karena hadirnya pakar atau individu yang bisa memastikan kebenaran informasi tersebut. Hal ini sangat bahaya dan harus diupayakan untuk diselesaikan dengan segala cara.

2.    Keamanan data diri

Kegiatan-kegiatan seperti memberikan informasi pribadi dengan mudah, atau kurangnya keamanan cyber website atau media yang digunakan merupakan hal yang fatal dan bisa kita lihat di negara Indonesia akhir-akhir ini. Banyak orang belum mengetahui seberapa parah membagikan informasi pribadi seperti kartu tanda penduduk atau kartu keluarga ke media sosial. Hal ini diperparah dengan rendahnya literasi teknologi pemenrintah tentang pentingnya mengamankan data seseorang. Sering kali kita tentang kebocoran data pribadi indonesia. Dikutip dari metronews dan bersumber dari kominfo, kasus kebocoran data terjadi 79 kali sejak tahun 2019.

Selain itu, rendahnya literasi digital juga disebabkan oleh ketidaktahuan pengguna internet untuk melihat dan mengakses konten yang merugikan data pribadi, seperti phising, malware, dan virus. Data pribadi tersebut selanjutnya akan digunakan untuk kejahatan seperti menjual belikan data, merugikan keuangan dari mencuri informasi finansial, pemerasan, dan juga meniru untuk menipu dan melakukan kejahatan lainnya.

3.    Cyberbullying

Cyberbullying merupakan tindakan dalam menggunakan teknologi untuk melecehkan, mengancam, mempermalukan atau menargetkan orang lain. Kurangnya literasi digital akan menyebabkan seseorang untuk melakukan hal tersebut, dan lepas dari konsekuensi yang seharusnya diterima. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah mengedukasi pengguna internet, mulai dari orang sekitar dengan menunjukan betapa parahnya korban cyberbullying.

Berdasarkan data UNICEF tahun 2022, 45% anak Indonesia jadi korban cyberbullying. Tidak susah untuk menebak data ini, mengingat seberapa mudahnya kata-kata kotor di ucapakan di media sosial oleh anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun.

Isu-isu diatas merupakan contoh dari beberapa hal yang sering kita jumpai ketika kita sedang menggunakan tekonologi saat ini. Tentunya masih banyak isu yang kita tidak jumpai secara langsung, namun dampaknya terasa nyata. Kesenjangan teknologi bisa memperburuk ketidaksetaraan sosial dan ekonomi dari pengaruhnya ke dalam literasi digital setiap orang, kecanduan teknologi bisa mengahambat kondisi mental dan fisik seseorang, dan etika digital yang belum dikenal dengan baik merupakan beberapa contoh dari sekian banyak hal yang bisa kita analis dan benahi.

Komentar